Tuesday, January 8, 2013

Ini Jakarta, Bung! (lagi-lagi kota penuh kepalsuan)


Saya dedikasikan tulisan saya ini untuk para kaum urban yang kuat bertahan di kerasnya ibukota.



Krik..krik...
Garing juga ga ngapa2in nih, bosen dan mata penat habis baca buku pinjeman Jeng Pororo, "24 Wajah Billy" by Daniel Keyes, baru 48 halaman aja sih. Recommended book to read. Tapi buat Anda yang sukanya K-Pop kayaknya terlalu serem deh baca buku beginian. Hahaha.. Pas buka laptop, terus keinget kejadian tadi pagi. Bukan apa-apa sih, tapi lagi-lagi mungkin tulisan saya kali ini menunjukkan rasa sentimen saya terhadap kota sejuta umat, Jakarta. Hahaha..

Pagi tadi, saya ada janji dengan kedua karib saya (temen se-kementerian dulu, tapi sekarang tali silahturahmi kami masih terjaga sangat baik) untuk makan pagi. Menunya soto bening di depan kantor kementerian tetangga. Sebelahnya ada ketupat sayur yang santen-nya bokkk ajibbb...Tapi hari ini dipilihlah soto! Nasi separo, tanpa kecap, kubis-nya banyak-in. Ala saya gitu deh. Hehe.. Nah, untuk menikmati semangkok soto dengan nasi separo, tanpa kecap dan kubisnya dibanyak-in itu, ya haruslah saya ke kantor kementerian itu. Habis mandi, dandan setengah total (kalo dandan total bisa bahaya) teruslah saya bergegas keluar dari kost-an temen saya. Jalan kurang lebih 500-600 meter untuk sampai di bibir jalan raya dan menapaki puluhan anak tangga, naaahhh barulah sampai di shelter Tebet BKPM (kalo yang ga tau shelter itu apa, lagi-lagi tanya mbah Google yak). Setelah bayar 3500IDR, masuklah saya. Widiiihhh...terhenyaklah saya pas liat antrian panjang di lorong shelter itu. Dalam hati "Jakarta Trooo..Jakarta..Biasaaa...". Setelah nunggu 3 busway yang penuh-nya udah amit-amit, datanglah busway ke-4. Penuh juga sih, cuma orang edan yang mau dempet-dempetan di kaleng berjalan begituan. Tapi berbekal petuah orang-orang jaman sekarang "Ora edan, ora keduman..", melompatlah saya ke kaleng kotak berjalan itu. Dan..Hiyyyaaakkkk!!! Bahkan untuk memalingkan wajah aja ga bisa! Damn! Masih untung bisa napas, meskipun yang dihirup itu bau ketek orang-orang yang entahlah entahlah dan entahlah. Selasa pagi dan jam orang berangkat kantor. Hmmm, salah sendiri ngapain jam orang ngantor malah ngluyur. Hahaha.. Kapok! Makan tu Jakarta! Nah, itu baru sekali saya ngrasain gimana harus bejubel untuk bisa sampai di kantor temen saya dengan cara yang hemat. Ingat, dengan cara yang hemat! Bisa aja sih naik taksi atau ojek, dengan konsekuensi, pengeluaran untuk transport memang kudu ekstra. Atau kalau mau, ya berangkat aja lebih pagi-an. Ntar nyampe kantor-nya juga pagian. Nemeni OB deh. Hahaha.. Mmmmhh bener-bener deh, ga kebayang kalau tiap hari harus kayak gitu. Honestly, buat saya, it doesn't make any sense. Bukan saya tidak bisa, tapi ndak mau. Hahaha...Salut buat mereka yang bisa bertahan di kota penuh kepalsuan ini. Bener kata orang, kalo lulus uji hidup di Jakarta, pasti bisa hidup dimana aja. Tapi, (selalu ada tapi di setiap kalimat manis saya..hahaha...) ngawurnya orang-orang ibukota biasanya juga jadi nyebar kemana aja. Hahaha...
Jakarta...Jakarta...oh Jakarta...

Cikoko Barat
8 Januari 2013
16.12 WIB

Sunday, January 6, 2013

Tuhan, Kamu pasti bercanda!

Kamis, 3 Januari 2013
12.19 WIB

"Mbak specimennya sdh jadi, diambil besok ta? Rumah sampeyan dimana se?"

Yiipppiee..sumpah!! Dari bulan lalu, tahun lalu juga sih, SMS itu bener-bener jadi SMS yang ditunggu. Melebihi dari apapun. Bermula dari keputusan saya dan seseorang, sebut saja Parjo, untuk mengakhiri kisah lama dan hendak memulai dengan kisah yang baru untuk hidup bersama. Nah, mau tidak mau Hukum harus menjadi pihak ketiga di antara kami. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk me-legal-kan hubungan kami. Sungguh luar biasa...dan nista! Hahaha.. Hush! Cangkem!

Mulailah saya pergi kesana kemari, tanya kesana kemari, sampai pada akhirnya mulai saya bergerak dengan  semua bekal yang saya punya. Dari pengalaman saya mengurus segala sesuatu-nya (tanpa bantuan calo atau siapa pun), saya mendapati sistem di Endonesa ini sungguh rapi dan sangat baik. Tapiiiii, iya lah ada "tapi"-nya, masih banyak oknum yang tidak meng-indah-kan sistem itu, Sungguh disayangkan. Kalau saja mereka cermat dan tepat mengikuti sistem, semua pekerjaan akan selesai tepat pada waktunya. Mereka senang, masyarakat senang. Namun apa boleh buat, budaya dan ritme kerja yang lambat dari generasi (maaf) tua memang sudah mendarah daging. Budaya kerja hampir menggerus kemajuan sistem yang praktis dan taktis. Namun, bisa saya katakan, tidak pada semua institusi, lini atau bahkan oknum hal tersebut terjadi. Masih banyak institusi yang sungguh mengindahkan reformasi birokrasi. Mungkin saya lagi apes, makanya bisa terjebak dalam lautan keruwetan birokrasi.  Sebagai contoh, di kota saya tinggal yang notabene bukan kota kecil, dibutuhkan waktu 7 minggu dan 3 hari untuk pengurusan kutipan kedua atas surat kelahiran saya. Padahal di salah satu kabupaten yang tidak begitu besar, hanya butuh waktu 2 hari. Kebayang gak? Dengan sistem komputerisasi dimana akses internet dimana-mana, lagi-lagi kinerja kaum urban masih patut dipertanyakan. Well, forget this part! No longer my businees. Hahaha.. Tapi, itu bagian pertama yang membuat saya berpikir "God must be kidding me!". Hahaha

Kembali ke sms tadi, begitu mendapat SMS keramat itu, ingin hati saya untuk segera membeli tiket untuk terbang ke Jakarta, yang kata temen saya adalah kota yang penuh kepalsuan. Jadi, keesokan harinya saya bisa segera mengurus segala sesuatunya. Namun, salah satu temen baik saya bilang "Ndak usah, ngapain jumat2 ngurus. Senin aja.". Bener juga kata dia. Jadilah saya beli tiket untuk terbang di hari Minggu. Sesampai disana, puji Tuhan ada teman saya yang berbaik hati mau menampung saya. Pas sampai di-kost-an dia, saya mandi dan biasalah basa basi dulu ama teman-teman kost yang lain. Nah, siap menuju "God must be kidding me part II". Salah satu teman kost temen saya bilang, kalau salah satu kantor kementerian X kebakaran. Eeeeeaaaaaa!! Eng ing eng!!! Itu kan kantor yang mau aku datengin besok! Sungguh oh no! Tapi untungnya, saya dianugerahi karunia kesabaran tingkat hampir dewa, jadi saya putuskan untuk tetap pergi keesokan harinya. Toh, di kementerian itu ada banyak gedungnya. Mungkin juga bukan gedung bagian yang mau saya datengin yang kebakaran.

Keesokan harinya... (Senin, 7 Januari 2013 09.46 WIB)
Semakin meyakinkan saya, I hate this city. Hahaha.. Macet dimana-mana. Heran, demen banget yak orang mengadu nasib disini. Lagi-lagi, their choice! No longer my business. So, berangkatlah saya pake busway, turun, jalan kaki, oper kopaja. Tibalah saya di kementerian yang posisinya ada di daerah Kuningan ini. Dengan menyungging senyum semanis-manisnya, berharap bukan gedung "itu" yang kebakaran, masuklah saya ke kompleks perkantoran yang asri itu (lebih asri dari kementerian saya dulu..hahaha). Sesuai dengan petunjuk dari mbah Google saya menuju ke pintu utara dan mencari gedung "itu". Terperanjatlah saya ketika melihat puluhan polisi lagi duduk dan berdiri dan beberapa lagi ngopi di depan gedung "Direktorat Administrasi dan Umum". Dan, guess what? Ada police line di sekeliling gedung yang "itu". Oh no! Such a nightmare! Yak! Ternyata gedung "itu" yang terbakar. Bergumam dan tertunduk lesu. Saya balik ke kost-an temen saya. Di busway saya berpikir. Mungkin Tuhan emang lagi bercanda. Tapi saya suka candaan Tuhan kali ini. He knows much better than me. Bayangkan kalau saya ngotot submit semua dokumen saya hari Jumat, I would never know what would happen. Mungkin surat kelahiran saya yang dibuat hampir 2 bulan lamanya itu ikut terbakar. Atau mungkin entahlah...Noone knows. Mungkin saat ini, semua urusan saya jadi terhambat. Tertunda. tapi saya percaya. There must be a reason. Maybe God is really kidding me, or maybe He is not...

7 Januari 2013
Cikoko Barat - Jakarta
10.55 WIB

Friday, January 4, 2013

"Kapan nikah?"

"Kapan nikah?"

Udah ngga tau deh berapa puluh kali ditanya orang "Kapan nikah?"; entah teman lama, kenalan, mantan guru, mantan dosen, temen-nya temen, tetangga, temen-nya tetangga, temen-nya adiknya tetangga. Atau entah-lah siapa itu. Hahaha.. Reseh! Wih... Sombong bener sampe bilang reseh segala. Hahaha.. Ya iyalah.. Ngapain juga ditanya2 coba. Masih kuliah ditanya kapan lulus, udah lulus, ditanya kapan kerja, masih jomblo di usia mendekati matang, dijadiin bahan omongan ibu-ibu Dharma Wanita, punya pacar ditanya mulu kapan nikah, udah nikah, ditanya mulu kok belum punya baby. Buat orang-orang mungkin sih biasa, tapi buat saya, saya sungguh tidak nyaman jika ditanya seperti itu. (Yang lain ga boleh protes ya, lha wong ini pendapat saya).Rencana studi, rencana menikah apalagi rencana atas masa depan adalah impian pribadi seseorang. Apalagi jika seseorang itu terlihat "seolah-olah" mencemaskan masa depan saya. Hahaha... Ridiculous!

Nah, lewat perenungan saya semalaman, ada beberapa hal terpikir. Mendekati usia rentan (baca: 30 bagi cewek), para wanita yang khususnya tinggal di wilayah suburb akan mendapat tekanan dan beban sosial yang sedikit lebih berat. Misal: disaat semua temen kuliah Wati yang seangkatan sudah pada menikah, bahkan sedang menunggu kelahiran anak kedua, Wati masih ber-asoy ria dengan 2 sahabat lain-nya. Sebut saja Harum dan Roro. Apalagi ketiga-nya masih jomblo. Eeeeaaaa... Terkadang, hanya dengan mendapat undangan pernikahan atau mendapat broadcast BBM "Telah lahir putra kami...dst..." dan tanpa ditanya hal apapun,dua contoh tersebut sudah menjadi tekanan sosial tersendiri bagi kaum suburban (kalo ngga ngerti apa itu suburban, tanya mbah google ya). Kekhawatiran akan omongan orang dan paradigma kalau cewek nikah telat itu cewek ndak laku, sudah menjadi beban sosial tersendiri. Begitu juga dengan mereka yang masih hangat2nya menjalin tali asmara, baru berpacaran seumur jagung, apalagi yang berpacaran seumur pohon nangka, waaaa wess...harus siap menghadapi kaum reseh dengan pertanyaan "Kapan nikah?".  Hahaha..

Nah, untungnya sih, temen-temen deket saya bukan orang yang kolot, reseh bin ajaib yang suka menambah2i beban kehidupan saya dengan beban sosial syndrom "kapan nikah?". Saya tidak mau ditampar makanya saya tidak mau menampar. Jadi, kalo ketemu saya dan saya tanya "Kapan nikah?", tampar saja saya! Hahahaha...

Kaleidoskop 2012: My year!

















Januari
Melewati hari pertama tahun ini dengan Rahma dan Robi di Ancol.
Bertemu Iulius, Dragos dan Dan. 
Dapat "surprised-call" dari Bossy via Skype waktu nunggu boarding di Terminal 1C Bandara Soe-Hat.
Terbang ke Ambon.
Dapat tawaran istimewa dari Bossy. Bingung. Ge-eR. Seneng. Dan diputuskan : Tawaran DITERIMA!
Main ke pantai bareng Kemenhut Crew (ultah mas Be)

Februari
Galau. Ga percaya atas rencana petualangan mengejar cinta.
Valentine. Virtual valentine kiss.
Birthday surprise dari murid2.
Terbang. Mengejar cinta.
Official meeting with Boss.

Maret
Best month of the year. Resmi dapet pacar.
Phuket. Bossy. Best holiday.

April
Paskah. Ketemu Bebi setelah 2 tahun dan kejadian "itu".
Minta restu Mama Papa.

Mei
Normal. Kangen berat sama Boss.

Juni
Terbang ke Makassar. Tes TOEFL.
Boss booked tiket untuk meeting di Indonesia.
Pengajuan surat resign.

Juli
Resign. Kembali ke Malang. Jemput Boss. Pacaran. Visa Schengen.
Ambon, Malang, Jakarta, Bali.
Boss's birthday.

Agustus
Liburan bersama Boss. Bali, Malang, Bangil, Sempu.
Sedih. I'm engaged. :)
Cara melamar paling gila!! Dan romantis!! Unforgettable.
Bandung bersama Bebi!
Resmi jadi anggota padepokan.

September
Andrew's wedding. Les jerman. Big decision was made.

Oktober
Mulai mengurus dokumen. Jadi anggota harian block-office.
Dapat murid baru (Steven, Aldo, Vivi) :)

November
Tata's engagement!! Masa penantian dan ujian kesabaran menghadapi biro-crazy ala Endonesa!

Desember
Yay!!! Lulus tes A1 Jerman dengan predikat "Sehr Gut". Uhuy!! Akte kelahiran baru jadi setelah 7 minggu dan 3 hari. Indonesia!! Second Christmas with Bossy! Menghabiskan masa Natal bersama Miung dan Nana. I'm so blessed! Misa tutup tahun dengan tragedi lampu gereja yang terjun bebas dan pecah berkeping-keping.

Frohes neues Jahr, leute!!

Saturday, June 23, 2012

82 hours lost in Kuala Lumpur


Merdeka Square
Yuhuuuuu..setelah sekian lama tak berkutat dengan dunia tulis menulis, serasa canggung untuk mulai menguntai kata-kata. Hahaha.. Kangen banget menghabiskan sore hari dan akhir minggu untuk sekedar berbagi cerita melalui tulisan. Setelah beberapa saat menunda, akhirnya ter-eksekusi juga niatnya. Well, kali ini non-sense apaan lagi nih?
Twin Tower
Beberapa bulan yang lalu (what??? Kadaluarsa banget kalee) saya berkesempatan untuk bisa berkunjung ke negara tetangga, Malaysia khususnya Kuala Lumpur. Selain ada urusan negara yang harus ditangani, cieee urusan negara katanya, sekalian deh jalan-jalan. Karena kebetulan saya ada teman disana yang dengan baik banget mau menemani untuk sekedar jalan, menikmati kuliner dan menikmati malam ala KL City, jadi saya pikir tidak salahnya to extend my visit there for couple more days. Tapi kali ini saya bukan mau membahas tentang bagaimana perjalanan saya disana, menginap dimana, travel budget-nya gimana. Why not? Because there are so many blogs that already wrote about that. Saya menyoroti sisi lain dari perjalanan ini. Pengalaman-pengalaman unik yang saya rasakan.
Empat hari di KL City terasa begitu singkat, mengingat apa yang terjadi sungguh luar biasa. Saya dijemput oleh teman saya di KL Sentral, mmmm stasiun kereta gitu deh. Tapi gedeeee banget. Mau cari jalan keluar aja hampir nyasar. Dasar udik! Hahaha... Kami langsung meluncur ke rumahnya , lebih cocok dibilang apartemen atau condominium gitu deh. Begitu sampai, saya kaget karena flat-nya rame banget, ada 2 cowok dari India (mereka transit karena besoknya mau ke Penang), 2 cewek dari Belanda dan 1 cowok dari Jerman. Canggung banget pas pertama dateng, habisnya mereka lagi makan siang, tapi dengan ramahnya mereka (yang notabene juga  bukan tuan rumah) menyapa saya. Suasana langsung cair ketika mereka mengundang saya untuk gabung dan menikmati makan siang. Toasted bread, corn cream soup, sausages and orange juice were more than enough for my late brunch
The Crowded Petaling Street
Seperti yang sudah saya duga, mereka para traveller yang kebetulan nge-couch di satu tempat. Si cewek Holland itu sudah 3 bulan ‘mengembara’ di Asia, mulai dari China, Thailand, Vietnam, Kamboja dan sekarang Malaysia. Pas saya tanya “Is Indonesia in your list to visit?” dan saya dapat jawaban yang cukup impressive “Your country is big and there are numbers of spots. It needs at least 2-3 month to explore Indonesia. So it will be our next -3 months trip- destination!”. Gila nih 2 cewek, macho bener, dengan carrier 100 L dan snickers butut ala backpacker, mereka bener2 menikmati apa yang mereka bilang “hidup”. Hahaha..banyak duit kali yeee...
Lain dengan si cowok Jerman yang cute abis...Hahaha.. Kesan pertama reseh banget, sok cool (emang cool sih), tapi pas udah ngobrol ternyata gokil abis. Sama dengan dua cewek tadi, dia juga tergila-gila dengan hangatnya negara tropis makanya dia memilih menghabiskan liburan musim dinginnya di Thailand, Malaysia and Singapura as the last stop before heading back to Deutschland. So nice what I spent with them, kita masak dan makan bareng, bertukar makanan, tapi udah giliran jalan-jalan, kita menempuh jalan hidup masing2..Hahaha.. Malamnya, kembali kita ngobrol dan bertukar cerita tentang pengalaman hari itu. Bertukar cerita tentang budaya, bahasa, makanan khas, lagu, film, politik, about girls, about guys. Gimana tentang kehidupan kaum muda di negara masing-masing. Cerita tentang pekerjaan atau studi. Bener-bener jadi banyak informasi baru. But above all, yang paling penting I got new friends. Sampai hari ini kami masih sering kontak via Facebook. Bukan sekedar say hi atau tanya kabar, tapi juga curhat loh.. Karena ternyata ada kisah cinta dibalik roti dan sup jagung, yap! Ada cinlok antara si cewek Holland tadi dengan si cowok India itu. Differences and distance don’t stop them to be in love! Hahahaha.. so sweet!
Nyobain masakan India, Nasi Lemak plus masakan Melayu lainnya, nongkrong di Twin Tower sambil nunggu sunset, ke Merdeka Square, Central Market dan Petaling Street berburu barang-barang seni plus oleh-oleh, mampir bentar ke Kasturi Walk plus hang out sama teman-teman baru membuat 3 hari di Kuala Lumpur bener-bener ga berasa. Jalan-jalan itu ga melulu tentang shopping, beli barang bermerek atau foto ditempat-tempat yang menjadi ciri khas negara yang kita kunjungi. Tapi juga bagaimana kita bisa bertemu dengan orang-orang baru, mengenal budaya baru, punya temen baru. Seperti saya, sekarang sudah berasa internasional deh.. Halah SLI kaleee... Hahaha...

 Thanks to Barath for the companion during my stay in KL! Nice to know you Suzan and Jolin (Holland), Ajay and Ajay (India) as well as Sebastian (Germany).

Tuesday, May 8, 2012

Kado cinta untuk Papa yang tidak sempurna...

Dear, Papa...

Apa kabar Pa? Cieee, yang udah satu tahun pensiun. Asoy geboy dong di rumah. Pasti bercinta terus sama burung-burung perkutut kesayanganmu. Gimana? Mereka masih terhormat dengan singgasananya di ruang tamu rumah kita Pa? Ani ga bakalan komen deh. Paling enggak ada Etus yang bisa disuruh nyapu makanan burung yang berhamburan di lantai ruang tamu. Kalo Ani komen, bawaan kita pasti berantem deh. Malu ama tetangga. Like father, like daughter, sama-sama kepala batu dan ga mau mengalah. Haha...

Well, Papa...
Ini salah satu rutinitas tahunan favorit Ani. Tulis surat buat Papa, setiap tanggal 9 Mei. Angka dan bulan yang indah menurut Ani. Iyah!! Ulang tahun-mu, Pa!! Dan gak tau kenapa, Ani selalu harus siap tissue tiap tanggal ini. Sebel deh... Hehehe... By the way, sebenarnya hari ini Ani agak sibuk.  Tapi, tetep! Gak ada yang lebih penting dari ini. Satu jam meluangkan waktu untuk menulis ini, tidak sebanding dengan pendampingan Papa selama 27 tahun 2 bulan 15 hari buat Ani, tepat di hari ini. Yak ampun, Pa!! Selama itu kita barengan??? Cuk, suwiiii yo Pa?? Hahaha..

Ngomong-ngomong soal jancuk, inget ga Pa? Waktu itu kita lagi kerja bakti bersih-bersih rumah. Terus kita berdua, bersihin gudang. Inget kan? Yang kita kunci pintu gudangnya, kita tutup celah2 dibawah pintunya, kita angkat semua barang-barangnya? Pasti inget! IYA!! Yang waktu kita berburu tikus seekor itu loh Pa!! Hahaha... Itu pertama kali Ani denger Papa ngomong "jancuk". Hahahaha... Ani kaget, terus ketawa. Setelah itu, kita cuma duduk berdua sandaran di pintu, dan Papa bilang : "Yang buruk, ojo ditiru yo nduk! Cah wedok ra apik ngomong 'jancuk'...!"

Bukan itunya Pa yang bikin Ani kembali mengenang masa itu, tapi gimana Ani bisa melihat saat itu dari sorot mata Papa, sorot mata itu bilang "Sayang, Papa ini bukan Papa yang sempurna!". Papa yang banyak kekurangan, papa yang mungkin bukan seperti papa-papa lain.

Papa mungkin ga pernah membelikan boneka barbie buat Ani, tapi Papa selalu mendampingi Ani belajar bahkan yang ngebantuin buat ketrampilan menyulam sekalipun.

Papa mungkin ga pernah ngajak Ani jalan-jalan ke Bali, Joga, Jakarta liat monas seperti teman-teman Ani dulu, tapi Papa selalu siap 24 jam ngantar ani kemanapun Ani mau pergi.

Papa mungkin ga seganteng papa-papa yang lain. Bahkan Ani suka ngomong gini kan "Duh, coba kalau Papa ganteng, putih, ga jerawatan..pasti Ani juga putih, cantik dan imut....pokoknya Ani jelek kayak gini ini gara-gara Papa!!". Tapi Ani salah Pa, Papa sudah mewarisi gen "kecantikan" yang tidak pernah akan pernah bisa dibeli di dunia ini. Ani percaya, Ani punya hati yang cantik. Dan itu warisan tak ternilai dari Papa. Sekali lagi, meskipun Papa ga ganteng, tapi Ani bangga menunjukkan ke dunia, ini loh laki-laki hebat yang telah mempoles wanita hebat yang sedang nulis surat ini.

Pa, meskipun papa enggak pernah melakukan seperti apa yang dilakukan ayah-ayah lain di bumi ini. Dan meskipun Ani tau, Papa bukan papa yang sempurna, tapi kalau Ani dapat keajaiban untuk boleh memutar waktu dan boleh memilih siapa yang menjadi Papa Ani, Ani bakalan minta Tuhan untuk tetap mengirim Papa untuk menjadi ayah Ani.

Pa, selamat ulang tahun. Jaga kesehatan ya Pa. Jangan banyak makan sate kambing. Olahraga yang teratur. Jangan suka marah-marah. Ani bakalan minta Tuhan, supaya Papa diberi umur panjang.

Ani mau, Papa masih jaga mama sampai rambutmu memutih.
Ani mau, nanti Papa gandeng tangan Ani menuju altar, di hari paling istimewa Ani nanti.
Ani mau, nanti Papa yang menyerahkan Ani langsung ke laki-laki beruntung yang kelak menjadi suami Ani.
Ani mau, nanti Papa bisa kasi nama untuk anak pertama Ani, cucu Papa.
Ani mau, nanti Papa bisa dipanggil "Opa" oleh anak-anak Ani.
Ani mau, nanti Papa laki-laki pertama yang Ani datangi kalau misalnya Ani berantem sama suami Ani.
Ani masih mau tantang Papa tanding badminton.
Ani masih mau berbagi bertahun-tahun hidup Ani dengan Papa!

Janji ya, Pa?

Pa, Ani sayang papa. You're the one and only man in my life who has never never never made me down.
You're the only man whom I love unconditionally. I LOVE YOU, Pa!!

Nikmati hari-hari purna baktimu, Pa! Kalo perkutut masih kurang, beo, kakak tua atau burung bangau sekalipun, Ani rela cari ke ujung dunia, asal you can enjoy your days, Pa! Tapi kalo, flu burung, maap aje yeee, kita mampuskan semua.. hahaha...

Pa, I need to go back to work! I send you a bucket of sweet kisses on your special day!
Happy Birthday!

dekap hangat dari tanah perantauan
your adorable daughter
Stefannie Meyer

Monday, April 30, 2012

Note kecil untuk sahabat...

Oke...

Dear teman-teman,

Gak tau harus darimana mulainya. Tapi tadi sudah dimulai dengan kalimat singkat, padat, jelas dan berisi.
"Miss you.."
Aku sempet mikir, opo ojok2 aku iki kate mati kok tumben2 ngomong ngono. Aku awali dengan nge-YM some of you all. (Btw sorry yo, ngomonge campur2, maklum harus membiasakan diri go international). hehe..
Paling dikiro gendeng aku yo... But maybe I'm insane. Bukan apa2.. kangen lak yo sah2 ae tooo..ga melanggar hukum.


Well, guys..
I have realized how much I need you all, your presence, your support, your stupid jokes, your lebay things, your laugh, your boring stories...Aku kangen semua itu. Moreover, I miss the times we have spent together...our togetherness...which is so irreplaceable. Aku sadar, bahkan punya pacar ngganteng, seganteng Aston Kutcher pun (colek Bebi) ga bisa menggantikan arti kehadiran kalian dalam hidupku. You all mean so a lot to me.
Maybe I'm not a good friend for you all. Even maybe just the opposite..I suck and boring... Dengan cerita yang sama, pamer pacar2ku sing ganteng2 iku,  crito ngalor ngidul ga jelas. But trust me, you have occupied a special place in the corner of my heart. Dan lewat note kecil ini, I just wanna let you all know, that I love you. And moreover, I need you.
Aku inget disaat2 terberatku (menyinggung berat, colek Bebi lagi...hehehe...), mungkin bukan mama, bukan pak meyer, bukan pacar yang berdiri disana untuk memberi back up penuh buat aku.
Mungkin saat itu kalian tidak berbuat apa2, atau bahkan tidak tau apa2 tentang apa saja saat terberat itu. But just by seeing and knowing that you were there. I felt safe. I felt the support. But the important thing was I knew I could hold you when I was about to fall..

Aku kangen kongkow di sekber, masakin buat kalian pas kempro..masio masakanku ga enak, mosok wani kowe2 kabeh komplain. Hahaha...Paling jarene Adit, "ditapuk mubeng". hahaha...

Aku kangen kita nggedabrus di kantin, Mi, Man, Cik,.. kangen bosok'e kene ngrasani wong2 iku..

Aku kangen kowe nyopiri aku Beb, aku kangen pacaran karo awakmu siang dan malam, like we used to do when you were still in Japan..and please never be bored when I say "pacarku ngganteng yo??"


Aku kangen langsung ngacir kerumahmu Man, pas aku wes ga kuat nahan lagi buat cerita dan ngeshare sesuatu yang menyesakkan dada. Aku kangen how you so much care about Etus and Nana.

Aku kangen tidur di kostan Motty, terus makan bayem sama pepes yg cuma 4ribuan sak laler'e. Aku kangen berburu barang diskonan sama kamu Motty..Where are you now sweetheart..

Aku kangen kothbah dan ayat2 kitab sucimu, Ndut. I miss how we measured the road during days and nights and how we flirted and impressed the guys..And how we kicked the guys' asses with our own ways. We married, we divorced and again remarried..

Aku kangen kowe doliiii....I am you, you are me wes pokoke..kowe ngerti sampe aib2ku wes pokoke... You deserve a fucking rich Boss of Macau Mafia. Sing sugehhhhh....sing apikan...sing sayang pol karo awakmu...sing iso ngedekno pabrik obat dewe gae awakmu...

Aku kangen kowe Ndru, our friendship is really another proof of what so called "best friend". We rarely meet. But we have never lost the feel and the essence of our friendship. And I know, that you're my half...

Nah, sing iki rodo piyeee ngono..aku kangen kowe Ndul..wes, ga perlu diungkapkan dengan kata2 lah...you also had an important role in my life..  your presence had shaped my character. and I feel that I am improved a lot. (kowe mudeng gak? google translate yo..hehe)

the last but not least...aku GAK kangen blas karo kowe Bang alias Koko beluk...bosen aku..ngalah2i karo Tomo hareee...hehe..but..really, you are amazing...hatimu tak seburuk rupamu...thanks for never feeling bored facing my instability. I think I will need that the rest of my life..Ngomong bojomu mben..kudu siap dimadu karo aku...

Aku kangen kamu2 semua yang hadir dan singgah dalam hidupku... Yang sperti aku bilang, duwe pacar gantenge koyok opo, ga iso mengobati rasa rinduku padamu semua. Till I couldn't hold the liquid drop from my beautiful eyes... I am ready to lose hundreds handsome boyfriends..but I will never be ready to lose one of you.

Oke..cukup rasae yo pidato hari ini...waktunya nulis message buat my baby baby...(colek Bebi lagi) hahaha...
I feel so much better.. Serasa baru beol setelah beberapa hari pedegelen gitu deh...

Have a super day teman temin!!!! I miss you full!!!!

Kisses from the middle of nowhere.