Been a long time I wanted to make a short video of our wedding! Sebenernya, karena males ajah sih plus udah lupa utak atik gimana cara bikin videonya. Hehehe.. Tapi karena weekend ini kami (saya sama Parjo) mengagendakan untuk di rumah saja. Jadi, iseng2 mulai bikin lah saya. :)
Di post-post sebelumnya, saya sudah cerita bagaimana suka duka proses pengesahan hubungan saya dengan si Parjo. Kali ini saya mau berbagi cerita, how exactly the big day was.
Hari itu, spring has just started. Udara sedikit menghangat setelah musim dingin berakhir lebih telat dari seharusnya. Selasa pagi, 14 Mei 2013. :)
Setelah malam sebelumnya, saya harus pasang belasan
rol di rambut saya, pagi-pagi buta saya bangun. Seperti biasa, saya masih sempet sarapan ala londo: pisang, yogurt dan muesli. Mandi.
Nggosok bolot2 sampe bersih, maklum, ini kan even sekali seumur hidup! Jadi harus bersih dan wangi! Hehehe... Setelah itu, mulailah saya duduk di depan meja rias mini. Mmmm, bukan meja rias sih, tapi saya pake itu untuk naruh modal2 saya tampil cantik. Saya mulai memoles wajah saya. Kata temen-temen saya, hasil riasan saya boleh juga. Bahkan dulu waktu kuliah, saya pernah dimintain tolong sahabat saya untuk merias dan me-nyanggul rambutnya di hari wisuda! Dan hasilnya, dia dapet banyak pujian loh. Hehehe... "Bakat" ini saya dapet waktu dulu saya masih rajin ngeband atau ng-MC, daripada bayar mahal ke salon, saya belajar sendiri menggunakan make-up sebelum manggung. So, bahkan di hari paling spesial di hidup saya, saya lebih percaya tangan berbakat saya dibanding salon mahal sekalipun.
Jadilah, saya make-up sendiri! Termasuk mengutak atik rambut panjang saya. Untungnya saya punya asisten. Siapa? Ya Parjo lah! Siapa lagi... Hahaha..
Setelah kurang lebih 2 jam terpaku di depan cermin. Selesai! Paling lama cuma pasang bulu mata palsu! I hate!!! Hahaha... Setelah itu, saya ambil "gaun" yang sudah menggantung di lemari. Saya bawa dari Malang. Dress silver dengan sedikit aksen brokat di pinggirnya2 saya pilih untuk hari istimewa. Dressnya ngga mahal, saya beli sendiri bahannya di pasar. Bukan bahan yang termahal tapi cukup istimewa kualitasnya. Ongkos jahitnya pun cuma 100 ribu. :)
Setelah siap, kami, saya dan Parjo berangkat. Dengan mobil kesayangan, Parjo masuk ke bangku sopir dan saya di sebelahnya. Eitsss! Surely, he didn't forget to kiss my forehead and he whispered on my ear "I love you". And we drove.

Well, sejak kecil saya tidak punya dream wedding, seperti yang mungkin selalu diidamkan oleh setiap gadis muda. Long white wedding gawn, a lot of flowers, big classic church or in the beach, hundreds baloons, super sweet pre-wedding photos. Sounds naif but true, I never wanted that. I always dreamed, when I ever married, it should be very simple, only with family and not so many stuffs to prepare. And it seemed, my dream came true. :)
No make-up from bridal salon, no millions wedding gawn or kebaya, no photographer, no wedding car. Not at all. It was my day. Our day. So we made and handled all by ourselves. I did the make-up by myself, Parjo drove our "wedding car", my mother in law was the photographer, my mom was the "wedding gawn" designer. ALL by ourselves. :)
But... that day was one of the best days in my whole life. We finally did it. It turned out so well. All families were here. I had my dream wedding indeed! As you all can see in this little sweet video.
Everybody has their own way to catch their happiness. And I have my own.